Mahasiswa mampu menjalankan project Laravel, menggunakan command artisan dasar, melakukan konfigurasi file .env, menghubungkan Laravel dengan database MySQL, serta memahami troubleshooting error umum pada Laravel.
Dalam pengembangan aplikasi menggunakan Laravel, developer harus memahami:
Tahapan ini merupakan dasar penting sebelum membangun fitur aplikasi yang lebih kompleks.
Sebelum menjalankan Laravel, pastikan:
Masuk ke folder project menggunakan terminal.
Contoh:
cd belajar-laravel
Laravel menyediakan web server bawaan menggunakan Artisan.
Command:
php artisan serve
Jika berhasil maka muncul:
INFO Server running on [http://127.0.0.1:8000].
Buka browser dan akses:
http://127.0.0.1:8000
Jika berhasil maka tampil halaman Laravel.
Tekan:
CTRL + C
pada terminal atau CMD.
Command ini digunakan untuk:
Laravel Artisan adalah command line interface bawaan Laravel.
Artisan digunakan untuk:
Format umum:
php artisan nama_command
| Command | Fungsi |
|---|---|
| php artisan serve | Menjalankan server |
| php artisan route:list | Menampilkan route |
| php artisan migrate | Menjalankan migration |
| php artisan make:model | Membuat model |
| php artisan make:controller | Membuat controller |
Command:
php artisan make:controller ProdukController
Hasil:
Lokasi:
app/Http/Controllers/
Command:
php artisan make:model Produk
Command:
php artisan route:list
Digunakan untuk:
Command:
php artisan cache:clear
Digunakan untuk:
Command:
php artisan
File:
.env
digunakan untuk konfigurasi utama aplikasi Laravel.
Berisi:
Lokasi:
project-laravel/.env
Contoh:
APP_NAME=Laravel
APP_ENV=local
APP_KEY=base64:xxxxx
APP_DEBUG=true
APP_URL=http://127.0.0.1:8000
| Konfigurasi | Fungsi |
|---|---|
| APP_NAME | Nama aplikasi |
| APP_ENV | Environment aplikasi |
| APP_DEBUG | Menampilkan error detail |
| APP_URL | URL aplikasi |
Contoh:
DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=belajar_laravel
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=
| Nilai | Fungsi |
|---|---|
| true | Menampilkan detail error |
| false | Menyembunyikan detail error |
Jika APP_KEY kosong:
php artisan key:generate
Jika perubahan .env tidak terbaca:
php artisan config:clear
Laravel menggunakan database untuk:
Database yang umum digunakan:
Gunakan:
Pastikan MySQL aktif.
Masuk ke phpMyAdmin atau MySQL.
Buat database:
belajar_laravel
Edit bagian database:
DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=belajar_laravel
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=
Jalankan migration:
php artisan migrate
Jika berhasil:
Migration table created successfully.
Laravel berhasil terhubung dengan database.
Migration akan membuat:
Migration digunakan untuk:
Troubleshooting adalah proses mencari dan memperbaiki error pada aplikasi Laravel.
use App\Http\Controllers\ProdukController;
APP_KEY belum dibuat.
php artisan key:generate
.envroutes/web.phpPort 8000 sedang digunakan aplikasi lain.
php artisan serve --port=8080
Composer belum masuk PATH system.
Aktifkan debug:
APP_DEBUG=true
Command:
php artisan serve
Command:
php artisan make:controller MahasiswaController
Edit file:
.env
Isi konfigurasi MySQL.
Command:
php artisan migrate
Command:
php artisan route:list
Jalankan project Laravel menggunakan:
php artisan serve
Laravel menyediakan tools yang mempermudah developer dalam menjalankan aplikasi, mengelola konfigurasi, serta menghubungkan database. Dengan memahami penggunaan artisan, file .env, koneksi MySQL, dan troubleshooting error umum, mahasiswa dapat mengembangkan aplikasi Laravel secara lebih efektif dan profesional.